Malam Terakhir
Hujan turun sejak sore dan belum juga berhenti ketika Rana menutup pintu depan. Ia berdiri sebentar di ambang, mendengarkan air yang jatuh di seng, lalu menyalakan lampu ruang tamu yang sudah lama tidak dipakai siapa-siapa.
Di meja, amplop itu masih di tempat yang sama. Ia belum sanggup membukanya, tetapi malam ini ia tahu tidak ada lagi alasan untuk menunda.